Pasar Beringharjo

" Sebuah pasar di daerah Yogyakarta yang merupakan pasar pertama yang menjual kebutuhan primer sampai tersier seperti barang-barang antik "
{"autoplay":"true","autoplay_speed":"3000","speed":"300","arrows":"true","dots":"true","loop":"true","nav_slide_column":5,"rtl":"false"}

Yogyakarta adalah sebuah daerah yang telah lama terbentuk sehingga banyak menyimpan sejarah. Salah satu yang paling terkenal dari daerah ini adalah kuliner maupun cindera matanya yang sangat berkesan. Nah di daerah Kota Yogyakarta ada sebuah tempat yang menjadi pusat penjualan aneka barang khas Yogyakarta baik itu kuliner maupun barang cindera mata khas Yogyakarta lainnya, nama tempat itu ialah Pasar Beringharjo.

Walaupun Pasar, yang namanya identik dengan menjual kebutuhan sehari-hari. Namun Pasar Beringharjo, berbeda dari kebanyakan pasar yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena di Pasar ini anda bisa menemukan semuanya dari kebutuhan primer sampai tersier misalnya barang-barang antik.

Jadi ketika anda sedang di Pasar Beringharjo anda tidak hanya sebatas untuk membeli kebutuhan pokok seperti Beras, Daging, dan Sayuran. Namun lebih dari itu, anda bisa membeli pakaian, batik, cindera mata lainnya seperti uang kuno, barang-barang antik yang tidak akan ditemukan di pasar lainnya.

Hal ini tidak terlepas dari sejarahnya, dimana Pasar Beringharjo merupakan pasar yang pertama kali dibangun di Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan konsep pembangunan Kraton Yogyakarta pada tahun 1758 yaitu ‘Catur Tunggal’ dimana terdapat Kraton Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan, Masjid Agung sebagai pusat peribadatan, serta Alun-Alun dan Pasar Beringharjo sebagai pusat kegiatan ekonomi.

Jadi Pasar Beringharjo dibangun untuk melengkapi kebutuhan masyarakat Yogyakarta yang beragam. Jika diibaratkan Pasar Beringharjo ini fungsinya seperti mall pada jaman dahulu, dimana menjual segalanya yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Walaupun sudah lama berdiri, namun fungsi Pasar Beringharjo sebagai pusat kegiatan ekonomi tidak pernah mati dan terus mengikuti tren pasar.

Terlebih saat ini banyak wisatawan baik dari domestik dan mancanegara, kemudian membuat Pasar Beringharjo ini menjadi lebih luas fungsinya yaitu sebagai destinasi wisata untuk membeli beragam oleh-oleh khas Yogyakarta.

Di Pasar Beringharjo ini dari mulai pintu gerbang utama yang berada tepat di sisi selatan Jalan Malioboro anda akan menemukan pedagang kuliner yang menjajakan kuliner tradisional seperti Brem Bulat khas Jogja yang memiliki tekstur lembut, Krasikan yaitu semacam dodol yang bahan utamanya berasal dari tepung beras, gula jawa, dan hancuran wijen. Pastel, Risoles, Kroket, Bakpia khas Yogyakarta, Hung Kwe maupun Nagasari yang terkenal memiliki rasa manis yang lembut.

Selain itu juga ada kuliner mainstream lainnya seperti Bakso, Soto, Mie Ayam, maupun Sate yang dijual di depan pintu gerbang utama Pasar Beringharjo.

Memasuki Pasar Beringharjo anda akan melihat bangunan depan pasar yang tampak megah dengan arsitektur campuran Jawa dan Belanda, yaitu 2 bangunan menara utama yang ditengahnya terdapat papan yang bertuliskan Pasar Beringharjo dalam tulisan latin dan aksara jawa.

Bangunan depan pasar Beringharjo ini di cat dengan warna hijau dan kuning, untuk menyeragamkan dengan bangunan Kraton Yogyakarta. Bangunan ini juga berfungsi sebagai pusat kantor pengelola Pasar Beringharjo. Jadi jika anda membutuhkan informasi, anda bisa menanyakan pada pengelola yang ada di bangunan utama ini.

Memasuki pasar anda akan bisa melihat banyak pedagang kain dan baju batik yang menjajakan barang dagangannya. Memang di area depan sebelah barat memang menjadi sentra penjualan batik baik itu berbentuk pakaian maupun bahan kain saja.

Anda bisa menemukan batik berbahan kain katun sampai sutra ketika berada di Pasar Beringharjo ini.

Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau bila dibandingkan dengan membeli batik di toko batik, dimulai dari harga puluhan ribu sampai dengan yang mahal yaitu ratusan ribu rupiah.

Bagian barat pasar ini selain menjual beranekaragam pakaian batik, juga menjual pakaian tradisional Jawa seperti Beskap, Blangkon, Surjan, dan Selop. Selain itu juga ada yang menjual pakaian maupun tas dan sepatu jaman sekarang.

Nah Pasar Beringharjo ini terdiri dari 2 bangunan utama, yaitu di sebelah barat dengan 2 lantai dan timur 3 lantai. Bagian barat sudah Alodia jelaskan tadi yaitu menjual barang-barang fashion. Sedangkan untuk bagian timurnya, untuk lantai 1-nya difokuskan untuk menjual kebutuhan-kebutuhan primer yaitu bahan makanan seperti Beras, Sayuran, Daging, ataupun bahan lainnya yang khusus seperti Camcau juga tersedia disini yang biasanya digunakan untuk membuat minuman Dawet.

Namun ada yang berbeda dari pasar biasanya, karena di lantai 2 anda bisa menemukan berbagai pedagang yang menjual bahan-bahan jamu seperti Jahe, sereh, kunyit asam, maupun dedauanan lainnya yang digunakan untuk keperluan membuat jamu.

Nah menginjak lantai 3 pada bangunan sebelah timur anda akan menjumpai beragam pedagang yang menjual barang-barang antik dan bekas. Misalnya seperti uang kuno, mesin ketik tua, tv tua, atau barang bekas seperti sepatu, tas, dan pakaian impor yang dijual dengan harga miring.

Di bangunan timur dari Pasar Beringharjo juga ada penjual kuliner yang menjajakan kuliner kelas berat yaitu seperti Nasi Rames, Soto, maupun kuliner lainnya untuk mengenyangkan perut anda.

Jika anda sudah puas untuk menelusuri bagian dalam Pasar Beringharjo, maka anda dapat keluar ke arah utara untuk melewati jalan yang merupakan kampung pecinan Ketandan untuk melihat para pedagang yang menjual barang-barang unik seperti kaset-kaset dari penyanyi maupun band jaman dahulu yang sudah sulit untuk ditemui, maupun barang-barang seperti dupa dan patung-patung kecil yang cukup unik untuk anda kunjungi.

Pasar Beringharjo yang menyediakan beragam koleksi kebutuhan primer sampai dengan tersier membuktikan bahwa Pasar Beringharjo ini adalah pasar yang sudah lama berdiri dan telah banyak cerita sejarah yang tertulis di dalamnya.

Cikal bakalnya yang berdiri tahun 1758, kemudian direnovasi pada jaman Sultan Hamengku Buwono IIIX yaitu tahun 1925 untuk membuat bangunan pasar yang lebih permanen, dan kemudian terus direnovasi sampai sekarang ini yang tampak lebih tertata dan bersih menunjukkan bahwa Pasar Beringharjo ini selalu ditata untuk memberikan pelayanan lebih baik terhadap pengunjungnya.

Oh ya Pasar Beringharjo sendiri dahulunya merupakan hutan Beringin, sehingga kenapa dinamakan Beringharjo karena Bering yang berarti Pohon Ringin dan Harjo yang berarti Kesejahteraan. Pohon Beringin bila difilosofikan seperti pohon yang memberikan keteduhan dan kenyamanan. Sehingga apabila kedua kata antara Bering dan Harjo digabungkan akan memberikan arti Kenyamanan dan Kesejahteraan bagi masyarakat.

Pasar Beringharjo ini buka dari subuh sampai dengan malam hari yaitu pukul 22.00. Sehingga setelah anda berkeling berbagai tempat wisata di Jogja kemudian mampir di kawasan Malioboro, jangan lupa untuk mampir di Pasar Beringharjo ini untuk membeli berbagai cindera mata khas Yogyakarta yang menarik.

Apabila anda ingin mengunjungi Pasar Beringharjo dan ke berbagai tempat wisata di Jogja yang menarik, maka dapat memesan paket wisata Jogja di Alodiatour, kami akan memberikan penawaran yang menarik untuk anda.

Lokasi Pasar Beringharjo

Lokasi Pasar Beringharjo adalah lokasi pasar paling strategis diantara pasar lainnya di daerah Yogyakarta, karena pasar ini terletak di di sebelah selatan dari Jalan Malioboro. Lokasinya tepat di sebelah utara Benteng Vendeburg, atau depan Istana Negara dengan menjorok agak ke utara.

Lokasi Pasar Beringharjo sangat mudah ditemui karena berada di Malioboro yang merupakan pusat kawasan wisata di Kota Yogyakarta.

Untuk lokasi tepat dari Pasar Beringharjo sendiri yaitu berada di Jln. Malioboro, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Rute Menuju Pasar Beringharjo

Rute menuju Pasar Beringharjo sangat mudah untuk diakses karena pasar ini berada di selatan Jalan Malioboro. Jika anda menginap di hotel sekitar kawasan Malioboro maka dapat ditempuh dengan jalan kaki menyusuri jalan Malioboro ke arah selatan. Apabila anda berada di Kraton Yogyakarta, maka anda cukup berjalan ke arah utara menuju Jalan Malioboro dan anda akan menemukan Pasar Beringharjo ini berada di timur jalan.

Harga Tiket dan Parkir Pasar Beringharjo

Harga tiket Pasar Beringharjo adalah gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun untuk memasukinya. Anda tinggal membayar sesuai dengan barang apa yang anda beli baik itu kuliner maupun cindera mata.

Sedangkan untuk parkir, jika anda membawa kendaraan seperti motor dan mobil maka dapat ditaruh di samping selatan maupun belakang Pasar Beringharjo. Dibagian selatan dan belakang Pasar Beringharjo terdapat jalan yang menyediakan lahan parkir yang cukup luas.

Untuk harga parkir Pasar Beringharjo untuk mobil yaitu dikenakan tarif Rp 5.000,-. Sedangkan untuk motor dikenakan tarif Rp 2.000,-.

Fasilitas Pasar Beringharjo

Fasilitas Pasar Beringharjo sangat lengkap apabila dibandingkan dengan pasar lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, wajar karena Pasar Beringharjo merupakan pasar paling tua yang ada di Yogyakarta.

Fasilitas Pasar Beringharjo diantaranya adalah:

  • Sentra pasar yang menjualan bahan dan pakaian batik
  • Sentra pasar yang menjual pakaian tradisional jawa
  • Sentra pasar yang menjual fashion masa kini seperti baju, tas, dan sepatu
  • Sentra pasar yang menjual bahan makanan primer
  • Sentra pasar yang menjual bahan-bahan dasar untuk pembuatan jamu
  • Sentra pasar yang menjual berbagai macam barang antik dan bekas
  • Wisata kuliner yang menyajikan kuliner-kuliner khas tradisional Yogyakarta
  • Petugas dan Papan Informasi
  • Toilet
  • Tempat Sampah
  • Parkir mobil dan motor yang cukup luas