Gunung Api Purba Nglanggeran

" Menyusuri gunung api purba dengan pamandangan alamnya yang memesona serta menelisik kisah didalamnya yang luar biasa unik "
{"autoplay":"true","autoplay_speed":"3000","speed":"300","arrows":"true","dots":"true","loop":"true","nav_slide_column":5,"rtl":"false"}

Selain kaya akan kebudayaan dan sejarah yang sangat dijunjung tinggi, Jogja memiliki kekayaan alam yang sangat beragam dan melimpah, beberapa dari kekayaan alam tersebut memiliki keunikan dan nilai historis tinggi yang menjadikan kekayaan alam tersebut kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit dan terbaik di Jogja bahkan di Indonesia, adalah Gunung Api Purba Nglanggeran, jika anda belum pernah mendengarnya anda pasti akan bertanya-tanya mengapa gunung tersebut disebut Gunung Api Purba Nglanggeran.

Pada dasarnya Gunung Api Purba Nglanggeran ini adalah suatu gunung api yang pernah aktif seperti gunung-gunung api lainnya, namun hal tersebut terjadi sekitar 60-70 juta tahun yang lalu dan saat ini Gunung Api Purba Nglanggeran sudah tidak aktif lagi, itulah mengapa gunung ini disebut gunung api purba karena memang gunung ini merupakan peninggalan purba yang saat ini sudah tidak aktif karena lekang oleh waktu. Jika anda berkunjung ke Gunung Api Purba Nglanggeran, anda tidak akan menjumpai bentuk gunung seperti pada umumnya yang berbentuk kerucut dan memiliki kawah, namun Gunung Api Purba Nglanggeran saat ini memiliki bentuk seperti gugusan bebatuan raksasa tinggi menjulang yang telah ditumbuhi beberapa macam flora dan dihuni beberapa macam fauna didalamnya.

Konon Gunung Api Purba Nglanggeran ini dulunya adalah gunung yang berada di dasar lautan, karena adanya suatu fenomena alam tertentu dengan kurun waktu yang sangat lama, area Gunung Api Purba Nglanggeran ini kemudian terangkat ke permukaan dan menjadi daratan jutaan tahun yang lalu. Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki puncak yang disebut Gunung Gedhe memiliki ketinggian kurang lebih 700 meter diatas permukaan laut dan keseluruhan area Gunung Api Purba Nglanggeran ini memiliki luas sekitar 48 hektar.

Terdapat suatu kisah atau cerita yang saat ini masih dipercaya oleh warga setempat. Nglanggeran menurut warga setempat berasal dari kata “nglanggar” atau dalam Bahasa Indonesia berarti melanggar. Pada zaman dahulu warga sekitar Gunung Api Purba Nglanggeran mengundang seorang dalang kenamaan untuk acara syukuran berkat panen yang melimpah, namun saat itu terdapat beberapa warga yang ceroboh, saat sang dalang pergi sesaat untuk beristirahat terdapat beberapa warga dengan sengaja memainkan wayang yang dibawa sang dalang, dengan asyiknya mereka bermain wayang sehingga kemudian wayang tersebut ada yang rusak dan ditinggalkan begitu saja. Melihat wayangnya rusak sang dalang pun marah dan mencari siapa yang telah merusak wayangnya, kemudian sang dalang pun murka dan mengutuk beberapa warga setempat menjadi wayang yang lalu dibuang di kawasan Bukit Nglanggeran. Entah berkaitan dengan cerita ini atau tidak, sampai sekarang sebagian masyarakat setempat meyakini bahwa Gunung Api Purba Nglanggeran dijaga oleh makhluk bernama Kyai Ongko Wijoyo dan tokoh pewayangan Punokawan yaitu Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.

Selain itu masih terdapat misteri yang melekat di Gunung Api Purba Nglanggeran, yaitu terdeapat sebuah Kampung Pitu atau Kampung Tujuh yang didalamnya hanya boleh dihuni oleh 7 kepala keluarga. Kepercayaan ini sudah ada sejak dahulu dan dipercaya turun-temurun hingga sekarang, konon jika jumlah kepala keluarga di Kampung Pitu ini lebih dari 7 maka kepala keluarga ke 8 akan menderita penyakit yang berujung kematian, pun jika jumlah kepala keluarga kurang dari 7 maka akan ada wabah penyakit yang akan menyerang seluruh penduduk Kampung Pitu hingga dapat berujung pada kematian. Itulah mengapa Kampung Pitu hanya boleh dihuni oleh 7 kepala keluarga tidak lebih dan tidak kurang, jika terdapat anak dari salah satu kepala keluarga menikah maka ia akan keluar dari Kampung Pitu dan menetap di bawah atau di lereng Gunung Api Purba Nglanggeran.

Untuk menuju puncak Gunung Api Purba Nglanggeran anda harus berjalan menyusuri jalan setapak dengan bebatuan yang cukup menantang dan tentu saja dengan tanjakan yang lumayan menguras tenaga. Di Gunung Api Purba Nglanggeran ini anda dapat melakukan berbagai aktivitas terutama aktivitas adventure seperti hiking, camping dan panjat tebing ataupun rock climbing.

Yuk liburan ke Yogyakarta bersama Alodiatour dengan memilih paket wisata Jogja yang kami sediakan.

Lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran

Lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran memang lumayan jauh dari Kota Yogyakarta, namun akses menuju Gunung Api Purba Nglanggeran sudah sangat baik dan dapat dilalui jenis kendaraan apapun.

Alamat Gunung Api Purba Nglanggeran berada di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rute Menuju Gunung Api Purba Nglanggeran

Rute menuju Gunung Api Purba Nglanggeran jika anda dari arah Kota Yogyakarta anda harus menuju Jalan Jogja-Wonosari hingga kearah Bukit Bintang atau Kecamatan Patuk Gunungkidul, sesampainya di simpang empat Pusat Informasi Pariwisata anda belok ke kiri terus ikuti jalan hingga sejauh kira-kira 7 KM, disepanjang jalan ini anda tidak akan bosan karena anda akan melihat pemandangan alam yang indah dan terdapat pemandangan khas berupa beberapa menara transmisi yang tinggi menjulang yang berarti anda sudah dekat dengan lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran.

Jarak dari Kota Jogja ke Gunung Api Purba Nglanggeran kurang lebih adalah 26,8 KM dan waktu tempuh normal kendaraan bermotor  dari Kota Jogja menuju Gunung Api Purba Nglanggeran sekitar 58 menit atau 1 jam.

Harga Tiket dan Parkir Gunung Api Purba Nglanggeran

Harga tiket masuk Gunung Api Purba Nglanggeran dibedakan menjadi 2 yaitu Rp 15.000 pada siang hari dan Rp 20.000 pada malam hari. Sedangkan biaya parkir untuk sepeda motor Rp 3.000 dan untuk mobil Rp 5.000.

Fasilitas Gunung Api Purba Nglanggeran

Fasilitas Gunung Api Purba Nglanggeran saat ini dapat dikatakan memiliki fasilitas yang sudah sangat lengkap bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi Gunung Api Purba Nglanggeran, diantaranya adalah:

  • Jalur Pendakian
  • Pemandu
  • Camping Ground
  • Home Stay
  • Toilet
  • Mushola
  • Pusat Kuliner dan Oleh-Oleh
  • Balai Pertemuan
  • Pos Kesehatan
  • Pusat Informasi